memilih jenis/varietas tanaman buah

Apa yang pertama kali dipikirkan seseorang saat hendak memulai untuk memilih jenis/varietas tanaman buah ? Mulailah dengan memikirkan jenis/varietas tanaman buah yang paling gampang berbuah terlebih dahulu. Jenis/varietas tanaman buah yang paling mudah berbuah saat dibudidayakan (baik ditanam di lahan, maupun ditanam di dalam pot). Jenis tanaman jeruk atau jambu air dengan berbagai macam varietas lokal, biasanya menjadi pilihan pertama untuk memulai hobby budidaya tanaman buah, karena selain relatif lebih mudah berbuah, harga bibitnya pun relatif murah.

Di atas, saya menulis jenis/varietas ? apa yang dimaksud dengan jenis dan apa yang dimaksud dengan varietas ? Jenis, mengacu ke istilah species suatu tanaman, sementara varietas adalah bagian penamaan dari suatu species yang dibudidayakan oleh manusia. Jika suatu species tidak dibudidayakan, maka bukan lagi disebut sebagai suatu varietas. Ambil contoh gampang : mangga.  Mangga masuk ke dalam kategori species. Sementara arumanis, gedong, gedong gincu, golek, manalagi, dan sebagainya dinamakan sebagai suatu varietas dari species mangga.

Pemilihan jenis bibit tanaman akan menjadi faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan budidaya tanaman, artinya kualitas bibit yang ditanam akan menentukan kualitas tanaman, seperti keberhasilan tanaman untuk tumbuh dengan baik, mampu menyelesaikan semua siklus pertumbuhan dan perkembangan (tumbuh, berkembang, berbunga, dan berbuah) dengan baik. Keberhasilan tersebut tentunya harus ditunjang dengan perawatan yang baik. Jangan diharapkan, suatu tanaman yang meski bibitnya adalah bibit berkualitas, namun jika tidak dirawat dengan baik, akan tumbuh dan berkembang sebagaimana yang diharapkan.

Secara garis besar, bibit tanaman dapat  dikategorikan menjadi 2 (dua) macam, yakni bibit GENERATIF yang diperoleh dari biji (seedling) yakni biji suatu tanaman yang dikecambahkan pada suatu media tertentu hingga tumbuh menjadi tanaman muda dan seterusnya. Biji dapat diperoleh dari buah yang merupakan hasil persilangan/perkawinan antara bunga jantan dan bunga betina dalam satu tanaman yang sama,  antara tanaman yang sejenis maupun antara tanaman yang berbeda jenis namun masih berada dalam hubungan kekerabatan yang dekat. Selain itu dikenal istilah bibit VEGETATIF, yaitu bibit yang diperoleh bukan melalui proses persilangan/perkawinan tanaman, melainkan hasil perbanyakan dari bagian tanaman, mulai dari akar, batang, hingga daun tanaman itu sendiri. Jenis bibit tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, sesuai dengan cara dan asal pembuatan bibit tersebut.

Bibit yang berasal dari biji umumnya akan tumbuh lurus, percabangan pertama biasanya dimulai pada posisi yang jauh dari permukaan tanah, relatif lebih lambat berbuah, dan mempunyai kemungkinan menghasilkan keturunan yang mempunyai perbedaan sifat dengan sifat induknya. Bibit yang berasal dari biji biasanya disebut dengan bibit generatif karena diperbanyak dengan cara “perkawinan” antara benangsari (alat kelamin jantan) dan kepala putik (alat kelamin betina) pada suatu bunga. Perkawinan ini bisa terjadi antara tepungsari dan kepala putik pada bunga yang sama, maupun perkawinan yang terjadi antara tepungsari satu bunga yang diserbuki oleh benangsari dari bunga lain pada pohon sama maupun dari pohon yang berbeda namun masih berada dalam satu spesies/varietas. Proses perkawinan ini akan menghasilkan keturunan dalam bentuk buah yang mengandung biji sebagai alat perbanyakan tanaman. Tanaman asal biji akan mempunyai variasi genetik yang beragam, sebagian akan mengikuti sifat induk jantan, sebagian mewarisi sifat induk betina, dan sebagian lagi akan membawa sifat gabungan antara sifat induk jantan dan sifat induk betina. Karenanya, cukup beresiko jika menanam bibit yang berasal dari biji karena variabilitas sifat genetiknya yang beragam.

Bibit okulasi (tempel mata) tanaman klengkeng

Jika dapat dilakukan identifikasi sederhana tentang sifat keunggulan suatu tanaman, misalnya gampang dan rajin berbuah, jumlah buah banyak dalam satu periode berbuah, rasa buah enak, jarang diserang oleh hama dan penyakit dan sebagainya, maka dapat dikatakan ada calon pohon induk yang jika diperbanyak, akan menghasilkan keturunan yang diharapkan mempunyai sifat yang identik dengan sifat induknya tersebut. Jika perbanyakan dengan biji dianggap terlalu lama dan bisa menghasilkan penyimpangan sifat unggul tanaman, orang kemudian berpikir bagaimana caranya agar sifat-sifat baik tersebut dapat diturunkan ke generasi berikutnya tanpa mengalami perubahan sifat. Karenanya mulai banyak dicoba cara perbanyakan tanaman tanpa melalui proses persilangan/perkawinan, dimulai dengan mengambil tunas anakan yang keluar di pangkal batang dan kemudian tunas tersebut dipelihara untuk dijadikan bibit baru. Kemudian ditemukan cara menumbuhkan akar di bagian cabang/dahan tanaman yang pada perkembangannya kemudian dikenal dengan istilah cangkok. Pembuatan bibit semakin berkembang dengan menempelkan mata tunas dari tanaman terpilih ke batang tanaman yang lain yang masih sejenis atau berbeda jenis namun masih berada dalam hubungan kekerabatan yang dekat, misalnya batang bawah mangga kweni/pakel (Mangifera odorata) yang ditempel dengan mata tunas dari mangga arumanis (Mangifera indica), batang bawah sawo kecik (Manilkara kauki) yang ditempel dengan mata tunas dari sawo manila (Achraz zapota), dan sebagainya. 

Bibit okulasi (tempel mata) klengkeng berumur satu tahun

Bibit tanaman yang populer lainnya adalah bibit yang berasal bibit cangkokan. Dikatakan cangkokan karena bibit

Bibit cangkok di pohon induk Jambu Citra Jumbo

dibuat dan diambil dari dahan/cabang yang dicangkok menggunakan cara dan media tertentu yang pada dasarnya adalah cara untuk menumbuhkan akar pada cabang/dahan tanaman yang dikehendaki. Cangkok adalah cara yang paling mudah dilakukan jika species/varietas tanaman tergolong susah untuk diperbanyak dengan cara lain, misalnya sangat sulit untuk menumbuhkan biji tanaman, kesulitan menempel mata tunas, atau menyusukan batang bawah ke dahan tanaman tertentu yang terpilih, karenanya cangkok menjadi alternatif utama sebagai cara untuk memperbanyak tanaman tertentu. Metode cangkok mempunyai beberapa keunggulan, antara lain : sifat genetik bibit akan sama persis dengan sifat genetik induknya, mudah membentuk tajuk tanaman yang rimbun, dan relatif lebih cepat berbuah dalam waktu yang lebih singkat. Sementara kekurangan bibit asal cangkok adalah tidak mempunyai akar tunggang (akar utama yang menghunjam ke dalam tanah) sehingga mudah roboh jika tertiup angin kencang, perakaran menyebar membentuk serabut kecil-kecil yang akan berkembang meluas seiring dengan pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan akar serabut sangat bergantung kepada tingkat kesuburan tanah, kedalaman lapisan olah tanah, dan tingkat kekeringan/kebasahan tanah. Semakin subur tanah dengan lapisan olah tanah yang dalam serta ketersediaan air yang cukup, akan mendorong pertumbuhan akar serabut menjadi lebih banyak dan lebih baik untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Batang bawah Sawo Kecik disambung-susukan ke Sawo Jumbo CM19

Pada perkembangan selanjutnya, cangkok dianggap boros dalam memanfaatkan bahan tanaman karena dalam satu dahan yang dicangkok, bisa terdapat puluhan bahkan ratusan mata tunas yang siap ditumbuhkan menjadi bahan tanaman baru. Selain itu, mencangkok dalam jumlah banyak dan dalam frekuensi yang tinggi dianggap merugikan tanaman induk karena pengurangan jumlah dahan yang berarti pula terjadi pengurangan sumber buah khususnya tanaman yang berbunga dan berbuah di ujung ranting (misalnya klengkeng, rambutan, mangga) serta pengurangan jumlah daun yang berfungsi sebagai “dapur” bagi tanaman. Selain itu, keterbatasan jumlah dahan yang dicangkok akan menyebabkan jumlah bibit yang dihasilkan pun akan terbatas jumlahnya. Karenanya mulailah ditemukan cara lain untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif, misalnya dengan mengambil mata tunas yang terdapat pada ketiak daun kemudian ditempelkan pada batang bawah tanaman sejenis yang berasal dari biji. Pada perkembangannya, mata tunas tanaman tertentu ternyata masih bisa ditempelkan pada batang bawah tanaman lain yang berbeda species-nya, namun masih berada dalam hubungan kekerabatan yang dekat, sebagaimana yang telah diungkap di atas. Dengan demikian, bibit tanaman dapat dibuat dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat. Perbanyakan tanaman dengan cara menempel mata tunas ini kemudian lazim dikenal dengan istilah “okulasi”, sehingga bibit yang dihasilkan, dikenal dengan istilah bibit okulasi. Teoritis, bibit yang dihasilkan dengan cara okulasi akan mempunyai sifat genetik yang sama persis dengan sifat genetik batang atas tanaman induknya, namun timbul beberapa kasus munculnya pengaruh batang bawah terhadap kualitas tanaman secara keseluruhan, khususnya di kualitas buah (bentuk, warna, tekstur daging, dan rasa buah). Interaksi sifat batang bawah dengan sifat batang atas hasil okulasi lazim dikenal dengan istilah kompatibilitas, semakin baik kompatibilitasnya berarti semakin sedikit pengaruh batang bawah terhadap kualitas batang atas, demikian pula sebaliknya.

Klengkeng lokal disambung-susukan ke klengkeng Pingpong

Seiring dengan perkembangan waktu, kreatifitas perbanyakan tanaman secara vegetatif semakin bervariasi, mulai dari menempel antar batang tanaman sebelah luar, menempel irisan batang atas dengan beberapa mata tunas ke batang bawah, menyisipkan batang bawah ke batang atas, hingga perbanyakan vegetatif yang paling canggih yang dikenal dengan perbanyakan secara kul

Entres klengkeng "DR Jenderal" disambung-sisipkan ke klengkeng lokal

tur jaringan

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: