membuat media tanam sendiri

Contoh komposisi media tanam tabulampot

Sebagai tempat untuk tumbuh dan berkembang, tanaman membutuhkan media tanam yang sanggup menopang dan mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, untuk menyelesaikan satu atau lebih daur hidupnya. Media tanam ideal harus mampu memberikan dukungan fisik berupa kemampuan media untuk menopang keseluruhan “tubuh” tanaman agar tetap kokoh dan tidak mudah goyah apalagi roboh, mampu memberikan suplai air dan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan akar, mempunyai rongga (biasa dikenal sebagai “porositas”) agar mampu meneruskan kelebihan air sekaligus menyimpan air dalam jumlah secukupnya. Dukungan kesuburan kimiawi media tanam diartikan sebagai kemampuan media tanam dalam memberikan suplai makanan dalam bentuk hara terlarut untuk diserap oleh akar, karena itu istilah tanah subur sebenarnya mengacu kepada kemampuan tanah dalam menyimpan dan memasok berbagai macam unsur atau senyawa yang dibutuhkan oleh tanaman. Terakhir, kesuburan biologis mempunyai peranan penting bagi pertumbuhan tanaman karena media tanam yang subur secara biologis berarti mengandung banyak mikro organisme atau jasad renik yang mempunyai kemampuan mengurai berbagai senyawa organik maupun anorganik, agar menjadi tersedia dan bisa diserap oleh akar tanaman

Dari berbagai sumber pengalaman, media tanam tabulampot biasanya terdiri dari tiga komponen utama, yakni tanah, pupuk organik, dan material lain yang berfungsi untuk menjadikan media tanam lebih subur, lebih porous, tidak mudah memadat, dan mampu membuat akar tumbuh dengan baik dan leluasa. Tanah yang digunakan juga bervariasi tergantung jenis tanahnya, namun secara sederhana tanah dapat diklasifikasikan berdasarkan tiga komponen utama penyusun (fraksi) tanah, yakni fraksi lempung, fraksi debu, dan fraksi pasir. Tanah dengan kandungan fraksi lempung yang tinggi dikatakan sebagai tanah “berat”, bersifat liat, susah diolah, mampu menyimpan air dengan sangat baik sekaligus sulit meneruskan kelebihan air yang tersimpan di permukaan dan di dalam tanah, dan biasanya mempunyai tingkat kesuburan yang lebih tinggi. Sebaliknya, tanah dengan kandungan fraksi pasir yang tinggi dikategorikan sebagai tanah “ringan”, ikatan antar butiran penyusun struktur sangat lemah, sangat mudah diolah, kurang baik kemampuannya dalam menyimpan air, rendah kandungan bahan organik dengan tingkat kesuburan tanah yang lebih rendah pula

Kesulitan utama dalam pemilihan media tanam tabulampot adalah jika di sekitar rumah hanya ada tanah “berat” atau tanah “ringan” sebagaimana uraian sebelumnya, sehingga diperlukan upaya untuk memodifikasi tanah tersebut agar bisa digunakan untuk media tanam yang ideal. Karenanya, tanah “berat” perlu dimodikasi agar tanah menjadi lebih “ringan”, memiliki ruang pori yang cukup, mempunyai kemampuan dalam menyimpan air sekaligus mampu meneruskan kelebihan air. Sementara modifikasi tanah “ringan” ditujukan agar tanah “ringan” memiliki ruang pori optimal dan tidak berlebihan, ikatan struktur tanah yang lebih baik dan kuat, mempunyai kemampuan untuk mengikat air lebih lama, dan mempunyai tingkat kesuburan tanah yang lebih baik dibandingkan jika tanpa modifikasi sama sekali.

Modifikasi tanah berat terutama dilakukan untuk mengubah struktur tanah agar menjadi lebih remah sekaligus membuat struktur baru tersebut mampu membuang kelebihan air tanah agar tidak menggenang dan becek. Struktur tanah remah akan sangat membantu akar tanaman untuk tumbuh dengan baik dengan penyebaran merata sehingga mampu menyokong pertumbuhan tanaman. Penambahan material tertentu seperti butiran pasir kasar, sekam bakar maupun sekam segar, ataupun serbuk gergaji, lazim digunakan untuk mengubah dan memperbaiki struktur tanah berat. Kebalikannya, modifikasi tanah ringan ditujukan agar struktur tanah berubah menjadi lebih kuat, dan mampu menyimpan air lebih lama, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk kandang, kompos daun, humus, maupun tanah liat adalah material yang biasa digunakan untuk memodifikasi tanah ringan agar dapat digunakan sebagai media tanam tabulampot.

Pada tanah berat, modifikasi biasanya dilakukan dengan mencampur 1 bagian tanah dengan 2 bagian sekam bakar, dan 1 bagian pupuk kandang atau kompos (perbandingan volume 1:2:1), sementara modifikasi tanah ringan biasanya dilakukan dengan mencampur 1 bagian tanah dengan 1 bagian sekam bakar, dan 2 bagian pupuk kandang atau kompos(perbandingan volume 1:1:2). Sedangkan pada tanah-tanah dengan kandungan lempung, debu, dan pasir seimbang (tanah sedang), komposisi modifikasinya adalah 1 bagian tanah dicampur dengan 1 bagian sekam bakar dan 1 bagian pupuk kandang atau kompos (perbandingan volume 1:1:1). Takar semua bahan dengan menggunakan ember atau pot kecil sesuai perbandingan masing-masing kemudian diaduk merata. Dapat pula dicampurkan bahan sterilisasi hama-hama tanah berupa Carbofuran (merk dagang Furadan 3G), yakni insektisida butiran sebanyak 1 sendok teh untuk media tanam dalam pot dengan diameter 40 cm.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: